Semarang (21/09) Internet Club mengadakan acara yang lebih seru dan bermanfaat dari acara-acara sebelumnya, yaitu acara talk show “IC Talk” dengan tema Social Impact in Startup Era yang bertempat di Sasana Kridangga Lt 9 Unisbank Kampus Kendeng V Bendan Ngisor, Sampangan, Semarang. Talk Show ini diisi oleh tiga narasumber yang telah paham betul mengenai bidangnya yaitu Reza Aditia Nirbaya sebagai Founder Bratamedia, Aditya Dwi Putra sebagai Managing Director Bizlab dan Aditya Setiawan sebagai Founder Idelokal.

Pembukaan dibuka oleh MC yang merupakan anggota Internet Club, yaitu Kak Dwiki dan Kak Artin. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Kak Dea. Lalu sambutan sambutan yang diawali oleh Presiden Internet Club Kak Davis, yang dilanjut sambutan oleh Kak Wulan selaku ketua acara “IC Talk”. Sesi selanjutnya ialah sosialisasi produk produk IC, sosialisasi yang pertama ialah Iconclass oleh Kak Uswatun selaku koordinator Iconclass. Kemudian yaitu sosialisasi Cymed (Cyber Media) oleh Kak Isna selaku Pimred (Pimpinan Redaksi) dan Kak Tyan selaku Manager Departemen Internal. Kemudian sosialisasi sponsor dari Cicil oleh Kak Ufi selaku koordinator Cicil di kampus kampus di Semarang. Kak Ufi menjelaskan tentang keuntungan dari Cicil, yaitu salah satunya untuk mahasiswa yang ingin membayar uang SPP kampus, di Cicil para mahasiswa bisa membayarkan uang spp nya.

Sesi selanjutnya dipimpin oleh moderator acara ini, yaitu Kak Ichsan dan Kak Robby selaku anggota Internet Club. Kemudian moderator memperkenalankan para narasumber yang akan mengisikan materi pada Talk Show pada hari ini. Materi pertama diawali oleh Reza Aditia Nirbaya, beliau menjelaskan sejarahnya Bratamedia berdiri. Bratamedia merupakan Digital Marketing Agensi. Reza Aditia Nirbaya lebih banyak memberikan motivasi hidup, karena beliau ingin memupuk semangat hidup para generasi muda agar dapat sukses kelak serta tidak lupa untuk memberikan pengaruh positif terhadap sekitarnya.

Materi kedua disampaikan oleh Aditya Dwi Putra yang lebih fokus ke education technology, beliau menjelaskan bahwa Bizlab merupakan platform edukasi yang berfungsi untuk menyiapkan orang di dunia kerja. Beliau juga menjelaskan bonus demografi yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Banyak orang menyebutnya sebagai hal baik, akan tetapi Pak Reza malah menyebutnya sebagai hal yang patut diwaspadai, karena kebanyakan generasi muda hanya mengikuti arus hidup tanpa mempunyai tujuan yang jelas, contohnya seperti mahasiswa yang ditanya olehnya tidak ada yang bisa menjelaskan secara jelas rencana hidupnya. Pak Reza mengatakan ada 4 tantangan menuju bonus demografi:

  1. Rendahnya keterampilan angkatan kerja tak lepas dari rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia
  2. bonus demografi harus dianggap sebagai hal positif bagi pembangunan
  3. Indonesia membutuhkan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik.
  4. angkatan kerja Indonesia menghadapi tantangan harus adaptif dan berpikir cepat

Misi Bizlab adalah untuk memberikan akses belajar keahlian profesi dan bisnis tanpa batas bagi seluruh angkatan kerja produktif di Indonesia. Dengan cara mengajak semua professional yang senang memberikan pelatihan, salah satunya Menjadi Education Vlogger. Rata rata mentor Bizlab memberikan update materi sebanyak 3x seminggu. 15% menjadikan mentoring Bizlab sebagai mata pencaharian utama saat ini.

Materi terakhir disampaikan oleh Aditya Setiawan yang menjelaskan bahwa Ide Lokal mempunyai 3 program yaitu komunitas, studio, lokaborasi. Ide lokal mempunyai beasiswa baik dengan katagori siswa sma yang memiliki prestasi akademik dan aktif dalam organisasi. Beliau menjelaskan bahwa agar para mahasiswa khususya mahasiswa baru aktif dalam organisasi karena bermanfaat di masa depan. Beliau menceritakan pernah ikut berkontribusi di SalaTiga si Jalan Monginsidi yang menjadi tempat wisata kuliner yang terkenal di salatiga. Beliau menjelaskan bahwa bisnis yang dijual bukanlah produk, tetapi solusi yang dijual. Dia memberikan cara hidup melalui salah satu game yaitu GTA 5, yaitu bagaimana cara agar bisa survive ketika tidak memiliki uang. Banyak startup yang berhenti di tegah jalan karena tiak ketemu market, kehabisan uang, dll. Tetapi dengan memiliki tujuan dapat membuat para startup dapat terus konsisten, seperti yang dilakukan oleh Idelokal yaitu mereka memilik beasiswa baik yang menjadikan semangat dan alasan agar mereka tetap konsisten. Lalu mengembangkan tujuan juga dapat membuat para startup konsisten terhadap prgramnya. Aditya Setiawan menjelaskan bahwa memberikan manfaat bagi sesama manusia lebih baik daripada hanya menjadi kaya. karena jika kita memiliki niat baik maka jalan yang akan kita lalui akan dimudahkan.

Setelah pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh moderator dengan para narasumber dan peserta IC Talk, para peserta sangat antusias untuk bertanya kepada para narasumber. Setelah sesi Tanya jawab dilanjut dengan Game yang bernama Setuju Tidak Setuju, game ini menambah ilmu dan wawasan peserta. Lalu closing statement oleh para narasumber yang kemudian kelanjutan acara diserahkan kembali kepada MC dan dilanjut dengan penyerahan Kenang kenangan kepada para narsumber dan juga penyerahan dorprize kepada para penanya oleh presiden Internet Club Kak Davis, dan yang terakhir penutup dan foto bersama.

 

Nah bagaimana acara talk show kali ini, bagaimana menurut kalian? Baguskan? Seru kan? Internet Club akan kembali mengadakan acara yang lebih seru dan bermanfaat bagi kalian semua. Dan jangan lupa terus ikuti sosial media dan website Internet Club. Nantikan acara Internet Club selanjutnya…